Home > Uncategorized > Kuatkan UKM yang Pro-JOB

Kuatkan UKM yang Pro-JOB

Pengentasan kemiskinan hanya bisa teratasi dengan strategi perekonomian negara yang berkualitas. Bagaimana konsepnya? Berikut wawancara dengan Prof Mangara Tambunan, guru besar IPB & managing director CESS Jakarta.

Apakah strategi pemerintah dalam menangani kemiskinan sudah tepat?

Memang pertumbuhan ekonomi kita sekarang tidak pro-job. Sebab, pertumbuhan ekonomi sekarang tidak menciptakan banyak kesempatan lapangan kerja seperti dulu lagi. Dengan kata lain, strategi perekonomian negara tidak pro pengentasan kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi kita yang 4,2 persen saat ini export oriented. Padahal, komoditas ekspor cenderung menurun dan tidak pro-job. Ini tidak bisa diterima.

Dalam situasi seperti itu, apa yang harus dilakukan pemerintah daerah?

Harus reorientasi pertumbuhan ekonomi berkualitas. Caranya mengintegrasikan UKM dalam strategi industri nasional. Sehingga, industri dapat menciptakan lapangan kerja. Oleh sebab itu, UKM harus bisa naik kelas. Artinya, harus ditingkatkan produktivitas dan posisi tawarnya. Pemerintah harus investasi untuk pengembangan UKM. Misalnya, membuka akses UKM terhadap pasar global. Itu menjadi tugas pemerintah daerah. Kekuatan ekonomi saat ini ada di daerah. Manajemennya ditarik ke provinsi dan kabupaten/kota. Penciptaan kluster-kluster industri UKM di daerah harus dikembangkan. Selain harus ada penguatan kelembagaan UKM, kualitas SDM serta kebijakan perdagangan antardaerah harus ditingkatkan. Memang hal ini akan mengurangi kemiskinan dari sisi angkatan kerja baru.

Bagaimana peran pemerintah pusat?

Peran pusat adalah melakukan penguatan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal. Pusat harus mampu mengendalikan stabilitas makroekonomi, seperti inflasi dan nilai tukar rupiah. Pusat juga harus pandai-pandai menentukan prioritas belanja APBN untuk sesuatu yang berarti bagi stimulus ekonomi. Kalau pemerintah pusat tidak bisa melakukan itu, ganti saja tim ekonominya.

Lantas, bagaimana prospek ekonomi 2010?

Tahun 2010 diawali dengan kondisi politik yang berat. Semoga ini segera berakhir. Pada 2010, kita butuh investasi yang banyak. Ekonomi kita under invesment, hanya dari konsumsi dan fiskal. Harus ada kebijakan arus balik supaya investasi masuk Indonesia. Tantangan 2010 ada free trade Asia dan Tiongkok yang harus dikelola. Saat ini sebelum free trade saja produk Tiongkok sudah mendominasi. Ini jelas ancaman. Karena itu, kita haus mengorganisasi diri. Ekonomi dikembalikan ke UKM.

sumber: dadan/JPIP

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: