Home > Uncategorized > Bank Tidak Mencari Untung dari KUR

Bank Tidak Mencari Untung dari KUR

Sejumlah bank penyalur Kredit Usaha Rakyat mengaku tidak mencari untung dari program KUR.

Perbankan tidak keberatan jika pemerintah menurunkan suku bunga KUR yang saat ini sebesar 16 persen per tahun.

”Penyesuaian tingkat suku bunga KUR memang perlu, tetapi juga harus dimengerti besarnya bunga KUR bagi bank bukan untuk mencari untung sebesar-besarnya,” kata Direktur Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Bank Rakyat Indonesia Sulaiman Arif Arianto, kemarin di Jakarta.

Menurut Sulaiman, suku bunga yang diterima bank lebih untuk menutup biaya operasional. ”Biaya operasional KUR relatif besar karena nilai kreditnya sangat kecil, tetapi debitornya sangat banyak,” katanya.

Tujuan utama bank menyalurkan KUR, kata Sulaiman, tidak sekadar memberikan kredit sebanyak mungkin, tetapi lebih untuk memperluas basis nasabah.

Nasabah KUR merupakan embrio yang suatu saat akan menjadi nasabah kredit komersial. Nasabah KUR yang sebelumnya tidak bankable diharapkan bisa tumbuh dan berkembang menjadi pengusaha potensial.

Sebelumnya, Menteri Negara Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan mengatakan, KUR harus dievaluasi total, salah satunya dengan menurunkan suku bunganya.

Sejak diluncurkan pemerintah beberapa tahun lalu, suku bunga KUR tidak pernah berubah, tetap 16 persen. Padahal, suku bunga acuan BI (BI Rate) sudah turun menjadi 6,5 persen.

Butuh pembinaan

Direktur Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, kredit bermasalah (NPL) KUR Bank Mandiri hanya 1 persen. ”Namun, untuk bank yang NPL-nya besar harus dihitung apakah penurunan bunga memungkinkan,” kata Budi.

Secara terpisah, Direktur Utama PT Bahana Artha Ventura (BAV) Hesty Purwanti mengatakan, pembiayaan UMKM sebagai perusahaan pasangan usaha (PPU) BAV bukan sekadar mengucurkan kredit, lalu membiarkan debitor susah payah mengangsur utangnya.

”Pembinaan sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kredit macet. Pola pendampingan tidak pernah tertulis, tetapi berjalan sesuai kultur masyarakat. Inilah yang tampaknya kurang dilakukan oleh perbankan,” ungkap Hesty.

Hal senada dilakukan Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Parman Nataatmadja. Menurut dia, yang sedang meninjau usaha mikro di Yogyakarta, pembangunan kapasitas bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, dilakukan mulai teknik produksi agar memiliki daya jual tinggi, tata kelola keuangan, pemasaran, bahkan cara-cara hidup hemat.

 

sumber: kompas

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: